Presiden Dan Wakil Presiden Terpilih

Presiden Dan Wakil Presiden Terpilih
Selamat Dan Sukses kepada Presiden dan wakil presiden terpilih

Minggu, 28 Agustus 2011

Arti Lambang Provinsi Sulawesi Tenggara

Pada posting kali ini kita akan membahas makna dan arti lambang provinsi Sulawesi Tenggara, namun sebelum masuk ke pembahasan tentang makna dan arti lambang, ada baiknya kita mengtahui terlebih dahulu sekilas wawasan tentang provinsi ini.

A. Sekilas wawasan tentang provinsi Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Tenggara adalah sebuah provinsi di Indonesia.
  • Provinsi Sulawesi Tenggara beribukota di Kendari.
  • Provinsi Sulawesi Tenggara secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 02°45' - 06°15' Lintang Selatan dan 120°45' - 124°30' Bujur Timur.
  • Provinsi Sulawesi Tenggara mempunyai wilayah daratan seluas 38.140 km² (3.814.000 ha) dan perairan (laut) seluas 110.000 km² (11.000.000 ha).
  • Sulawesi Tenggara awalnya merupakan nama salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan Tenggara dengan Bau-bau sebagai ibukota kabupaten.
  • Sulawesi Tenggara ditetapkan sebagai Daerah Otonom berdasar Perpu No. 2 tahun 1964 Juncto UU No. 13 Tahun 1964. Pada awalnya terdiri atas 4 (empat) kabupaten, yaitu: Kabupaten Kendari, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton dengan Bau-bau sebagai ibukota provinsi.
  • Namun, karena suatu hal ibukota provinsi berganti menjadi di Kendari.
  • Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki banyak daerah wisata yang layak untuk dikunjungi, antara lain :
  • Wisata sejarah, seperti:
  • Benteng Keraton Buton, di Kota Baubau yang merupakan benteng terluas di dunia;
  • Istana Malige, di Kota Baubau dengan arsitektur khas Suku Buton dan merupakan bangunan adat yang tidak menggunkan paku;
  • Kasulana Tombi, di Kota Baubau yang merupakan bekas tiang bendera Kesultanan Buton yang umurnya lebih dari tiga abad;
  • Masjid Agung Keraton Buton (Masigi Ogena), di Kota Baubau yang merupakan masjid pertama yang berdiri di Sulawesi Tenggara;
  • Kampua, di Kota Baubau yang merupakan mata uang Kerajaan dan Kesultanan Buton.
  • Wisata budaya, seperti:
  • Tenunan Buton di kota Baubau, Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Utara;
  • Tenun Ikat di Kabupaten Wakatobi;
  • Tari Lariangi dari Kabupaten Wakatobi;
  • Tari Balumpa dari Kabupaten Wakatobi;
  • Pekande-kandea, upacara adat masyarakat Buton Raya (Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Utara, Kota Baubau, Kabupaten Wakatobi);
  • Pengrajin Besi, di Binongko, Kabupaten Wakatobi;
  • Wisata alam, seperti:
  • Taman Nasional Wakatobi, di Kabupaten Wakatobi yang merupakan surga bawah laut segitiga karang dunia yang memiliki spesies terumbu karang sebanyak 750 dari 850 spesies karang dunia;
  • Pantai Nirwana, di Kota Baubau;
  • Pantai Lakeba, di Kota Baubau;
  • Gua Moko, di Kota Baubau;
  • Gua lakasa, di Kota Baubau;
  • Pantai Kamali, di Kota Baubau;
  • Wantiro, di Kota Baubau;
  • Hutan Tirta Rimba, di Kota Baubau;
  • Batu Poaro, di Kota Baubau;
  • Gua Kaisabu, di Kota Baubau;
  • Lagawuna, di Kota Baubau;
  • Air Terjun Samparona, di Kota Baubau;
  • Beberapa Upacara Adat yang ada di Sulawesi Tenggara
  • Upacara Adat Posuo (Masyarakat Buton Raya);
  • Upacara Adat Kabuenga, dari Kabupaten Wakatobi;
  • Upacara Adat Karia, dari Wangi-wangi di Kabupaten Wakatobi;
  • Upacara Adat Mataa, dari Kabupaten Buton;
  • Upacara Adat Tururangiana Andala, dari Pulau Makassar di Kota Baubau;
    B. Makna dan Arti Lambang Provinsi Sulawesi Tenggara


    Inilah gambar lambang Provinsi Sulawesi Tenggara, sumber gambar dari sini.
    Lambang Provinsi Sulawesi Tenggara

    • Lambang ini terletak di dalam suatu bentuk perisai lima, yang menunjukkan bahwa masyarakat Sulawesi Tenggara dalam segala segi peri hidup dan kehidupan, tetap berada di dalam Falsafah Negara Republik Indonesia Pancasila.
    • Pada bagian sebelah utara terdapat tulisan berwarna merah “Sulawesi Tenggara” yang menunjukkan : inilah lambang dari Sulawesi Tenggara,
    • Warna merah melambangkan berani mempertahankan yang hak.
    • Warna ada empat macam warna sesuai dengan pembagian perisai menunjukkan bahwa pada waktu dibentuknya Provinsi Sulawesi Tenggara meliputi empat daerah.
    • Hijau, adalah pelambang kesuburan, menunjukkan warna hutan, serta melambangkan do’a harapan dan kepercayaan.
    • Coklat, adalah menunjukkan tanah berwarna coklat yang mengandung nikel dan terdapat di Kabupaten Kolaka.
    • Kuning, adalah menunjukkan warna kayu jati yang terdapat di Kabupaten Muna. Warna kuning melambangkan kejayaan masa silam, sekarang dan masa mendatang, keluhuran yang bijaksana dan cendikia.
    • Hitam, adalah menunjukkan warna aspal yang terdapat cukup banyak di Kabupaten Buton. Warna hitam melambangkan kemantapan, keteguhan dan kekekalan.
    Keempat macam warna ini menunjukkan bahwa potensi yang ada di daerah ini cukup banyak, yang diharapkan mampu memberikan jaminan untuk masa depan daerah ini guna tercapainya kemakmuran dan keadilan yang diidam-idamkan.
    • Makna dan pengertian yang dikandung “padi dan kapas” secara nasional telah dikenal sebagai lambang untuk kemakmuran dan keadilan.
    • Butir padi yang terdiri dari 17 butir, melambangkan tanggal 17, buah kapas yang terdiri dari 8 buah, melambangkan bulan 8 Agustus, tiap buah kapas dengan kelompok hijau 4 dan biji putih 5 melambangkan tahun 45. Hal ini mengingatkan Hari Proklamasi Negara RI 17 Agustus 1945.
    • Mata rantai yang disambung menjadi satu yang berjumlah 27 mata rantai merupakan perlambang persatuan dan kesatuan dari keempat kabupaten di Sulawesi Tenggara, yang dalam gerak langkah perjuangannya telah mempunyai kesatuan derap dan nada, yakni pembangunan di segala bidang; hal ini mengingatkan hari kelahiranProvinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 27 April 1964.
    • Kepala Anuang, mempunyai dua macam pengertian :
    • Bahwa anuang adalah suatu binatang yang mempunyai ciri khas yaitu : ulet, gesit dan militan.
    • Bahwa Anuang itu hanya terdapat di Sulawesi Tenggara pada khususnya dan Sulawesi pada umumnya. Jadi perlambang sebagai ciri spesifik untuk Sulawesi Tenggara.

    • Warna putih, yang menjadi dasar dari kepala Anuang menunjukkan kesucian dan kebersihan, itikad baik secara tulus ikhlas bagi warga Sulawesi Tenggara dalam melaksanakan pengabdiannya untuk kemajuan daerah dan perkembangan daerah Sulawesi Tenggara pada khususnya dan Negara Republik Indonesia pada umumnya warna putih melambangkan kesucian dan bersih tanpa pamrih.

    • Warna Biru Laut, mempunyai tiga macam pengertian :
    • Yang menjadi dasar dari pada Daerah Sulawesi Tenggara ini menunjukkan makna sebagian dari alam geografisnya terdiri dari gugusan pulau yang dipisahkan oleh laut-laut yang penuh dengan kekayaan alam yang terkandung didalamnya.
    • Bahwa masyarakat Sulawesi Tenggara memiliki jiwa pelaut yang ulung.
    • Warna biru laut melambngkan sifat kesetiaan, keluhuran dan kejujuran dalam pengabdiannya.

    Demikianlah kurang lebih makna dan arti lambang Provinsi Sulawesi Tenggara, semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita semua. Insya Allah akan kita lanjutkan pembahasan tentang makna dan arti lambang provinsi yang lain pada posting selanjutnya.


    Referensi :

    1. Wikipedia
    2. Situs resmi pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara
    3. Info Wanapal

    Semoga bermanfaat

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    Silahkan tulis respon, tanggapan, kritik, saran ataupun masukkan anda.